Artikel
Sejarah Desa Banyuwangi
SEJARAH DESA BANYUWANGI
Desa Banyuwangi berada diwilayah Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik, Desa Banyuwangi terdiri dari dua Dusun yaitu DESA BANYUWANGI dan DUSUN BANYUTAMI.
Desa Banyuwangi dahulu bernama DEN ALIM kemudian di tengah-tengah wilayah Desa ada sebuah sumur (Jublangan) yang airnya agak wangi, maka singkat cerita Desa yang dahulu bernama DEN ALIM diganti nama DESA BANYUWANGI, penggantian nama Desa tersebut masa Wali Songo dan yang mengganti nama Desa tersebut adalah Bapak H. Nur Salim sebagai Tokoh Terkemuka di Desa tersebut.
Kemudian sampai sekarang nama Desa Banyuwangi lebih terkenal nama PECUK dikalangna warga Kabupaten Gresik dikarenakan pada waktu itu banyak nelayan yang mencari ikan di wilayah Desa Banyuwangi dan di daerah pesisir sungai banyak burung pecuk, maka untuk lebih mudah di ingatnya para nelayan tersebut menamai Pecuk sebagai tempat mencari ikan dan beristirahat, Maka nama PECUK hanyalah sebagi julukan untuk DESA BANYUWANGI.
Maka kalau diambil kesimpulan bahwasannya nama BANYUWANGI itu dahulu ada daripada nama PECUK.
Kemudian nama BANYUTAMI pada waktu itu masih tidak ada penduduknya, kemudian pada masa Wali Songo, salah satu Wali Songo berhenti di BANYUTAMI untuk minum karena tidak ada sumur maka salah satu Wali Songo tersebut menancapkan tongkatnya untuk mencari titik air sampai 9 kali dan dari penancapan tongkat yang pertama sampai kesembilan tersebut airnya tetap tidak asin dan juga tidak wangi, namun tetap menjadi kebutuhan utama penduduk sekitar sehingga karena, BANYU (air) itu yang UTAMI (utama) maka singkat cerita Daerah tersebut dinamai BANYUTAMI.
Dan sampai sekarang sumur tersebut masih digunakan warga untuk kebutuhan sehari-hari (Tidak untuk minum) dikarenakan air tersebut mengandung belerang, dan konon ada yang mempercayai bahwa sumber air tersebut bisa digunakan untuk obat.
memiliki kepemimpinan yang antara lain : Bapak H. Sulkhan, Bapak H. Anwar, Bapak H. Mufid, Bapak H. Mahmud, Bapak Ir. H. Arif Efendi AR dan Hj. Siti Maslahah, SE
Mahasiswa KKN UTM Ikuti Wisata Susur Sungai Pecuk Ecoriparian Desa Banyuwangi
KKN Kelompok 42 UTM Gelar Sosialisasi Anti-Bullying di MI Nurul Jadid
Mahasiswa KKN Banyuwangi Sulap Limbah Kain Perca Jadi Produk Fesyen Ramah Lingkungan
Berdayakan Lingkungan & Generasi Muda: KKN Kelompok 42 UTM Hadir dengan Inovasi 3R di Desa Banyuwangi
Mahasiswa KKN Universitas Trunodjoyo Madura Resmi Melaksanakan Kegiatan di Desa Banyuwangi

